OB-SHOCK Response Card
Inovasi Kelompok 7 pada Mata Kuliah Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal 2026
Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS)
PENILAIAN PERDARAHAN OBSTETRI
Apakah ada perdarahan?
Tidak ada
Ya, ada perdarahan
Jenis perdarahan
Hemoragik Postpartum
Plasenta previa
Solusio plasenta
Trauma jalan lahir
Koagulopati
Estimasi jumlah perdarahan
< 500 ml
500 – 1.000 ml
1.000 – 1.500 ml
1.500 – 2.000 ml
> 2.000 ml
GEJALA KLINIS TAMBAHAN — DETEKSI JENIS SYOK
Pilih semua gejala yang ada pada pasien (bisa lebih dari satu)
Skor MEOWS — pilih nilai tiap parameter
0
Normal
Monitoring rutin tiap 4 jam
Tabel referensi MEOWS lengkap
Parameter Skor 0 Skor 1 Skor 2 Skor 3
Frek. napas (/mnt)9–1415–2021–29<9 atau ≥30
Saturasi oksigen perifer / Saturasi oksigen perifer / SpO₂ (%)≥9591–9486–90≤85
Suhu (°C)36–37,435–35,9 / 37,5–37,934–34,9 / 38–38,9<34 atau ≥39
TD sistolik (mmHg)100–13990–99 / 140–14980–89 / 150–159<80 atau ≥160
TD diastolik (mmHg)<9090–99100–109≥110
Frek. nadi (/mnt)51–9940–50 / 100–11931–39 / 120–139≤30 atau ≥140
KesadaranAlert (sadar)Voice (respons suara)Pain (respons nyeri)Unresponsive
Urin (ml/jam)>3020–3010–20<10
5 Jenis syok obstetri — algoritma tindakan
Syok Hemoragik (HPP)
Kenali — tanda klinis obstetri
Perdarahan >500 ml (normal) atau >1000 ml (Sectio Caesarea / SC)
Uterus lunak / tidak berkontraksi (atonia)
Plasenta belum lahir / tidak lengkap
Laserasi jalan lahir aktif
TD turun, nadi cepat, pucat, berkeringat dingin
Tindakan segera (urutan prioritas)
Masase fundus uteri — segera, terus-menerus
Oksitosin 10 Unit Internasional (IU) intramuskular (IM) atau 20–40 Unit Internasional (IU) drip intravena (IV)
Kompresi bimanual uterus jika atonia persisten
Asam traneksamat 1 g intravena (IV) (maks 3 jam dari onset)
Pasang 2 jalur intravena (IV) besar, resusitasi cairan, Trendelenburg
Ingat 4T: Tone (atonia) · Tissue (sisa plasenta) · Trauma (laserasi) · Thrombin (koagulopati). Identifikasi penyebab sejak awal.

Bundle MOTIVE (WHO 2025): Masase uterus · Oksitosin/uterotonik · Traneksamat · Intravena (akses & cairan) · Vital signs (tanda vital) · Eskalasi perawatan
Syok Septik Obstetri
Kenali — quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) obstetri
Suhu >38°C atau <36°C + curiga infeksi
Frekuensi napas ≥22×/mnt
Perubahan kesadaran (Glasgow Coma Scale / GCS <15)
TD sistolik ≤100 mmHg
Cairan ketuban berbau / keruh
Tindakan (bundle Surviving Sepsis Campaign 2025)
Ambil kultur darah sebelum antibiotik
Antibiotik intravena (IV) ≤1 jam: Ampisilin + Gentamisin + Metronidazol
Resusitasi cairan 30 ml/kgBB dalam 3 jam
Monitor urin (target >0,5 ml/kgBB/jam)
Source control: pertimbangkan evakuasi uterus
Sepsis obstetri bisa terjadi tanpa demam tinggi. Neonatus dari ibu sepsis berisiko tinggi — koordinasikan dengan tim neonatus.
Syok Anafilaktik Obstetri
Kenali — segera setelah paparan
Urtikaria, angioedema, pruritus generalisata
Bronkospasme, stridor, sesak napas mendadak
TD turun mendadak pasca pemberian obat/transfusi
Mual, muntah, nyeri perut
Penurunan kesadaran mendadak
Tindakan prioritas
HENTIKAN paparan alergen segera
2. EPINEFRIN 1:1000 — 0,3–0,5 mg intramuskular (IM) paha lateral
Posisi miring kiri (ibu hamil) — cegah kompresi aortocaval
oksigen (O₂) masker 8–10 L/mnt
Difenhidramin 25–50 mg intravena (IV) + Deksametason 5–10 mg intravena (IV)
Pada kehamilan: posisi miring kiri WAJIB untuk menghindari kompresi vena cava inferior oleh uterus gravid.
Emboli Cairan Amnion (AFE)
Kenali — triad klasik AFE
Triad: Hipoksia berat + Hipotensi + Koagulopati — Koagulasi Intravaskular Diseminata (DIC)
Kolaps kardiovaskular mendadak saat persalinan
Distress napas mendadak, sianosis, kejang
Perdarahan masif tidak terkontrol (tanda Koagulasi Intravaskular Diseminata / DIC)
Tidak ada penyebab lain yang teridentifikasi
Tindakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama — FKTP (sebelum rujukan)
PANGGIL BANTUAN segera
Resusitasi Jantung Paru (CPR) jika henti jantung — miring kiri 15°
oksigen (O₂) aliran tinggi, akses intravena (IV) 2 jalur besar
Tidak ada antidot — stabilisasi dan RUJUK CITO
Siapkan darah + produk koagulasi untuk RS rujukan
AFE tidak dapat ditangani definitif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Tujuan tindakan: pertahankan pasien tetap hidup selama proses rujukan.
Syok Kardiogenik Obstetri
Kenali — tanda klinis obstetri
Sesak napas berat, ortopnea (tidak bisa berbaring)
Tekanan Vena Jugularis (JVP) meningkat, ronki basah bilateral (edema paru)
TD rendah + nadi lemah/cepat, kulit dingin, sianosis
Riwayat Penyakit Jantung Koroner (PJK), kardiomiopati, atau Preeklamsia Berat (PEB)
Onset: minggu terakhir kehamilan hingga 5 bulan postpartum — khas pada Kardiomiopati Peripartum (PPCM)
Tindakan segera
Posisi semi-Fowler 30–45° — JANGAN Trendelenburg
oksigen (O₂) masker 10 L/mnt, target saturasi oksigen perifer (SpO₂) ≥ 94%
Pasang jalur intravena (IV) — JANGAN bolus cairan agresif
Furosemid 40 mg intravena (IV) jika ada tanda edema paru
Elektrokardiogram (EKG) 12 sadapan — rekam & simpan untuk RS rujukan
Perbedaan kritis dari syok hipovolemik: Posisi SEMI-FOWLER (kepala naik), bukan Trendelenburg. Cairan DIBATASI karena berisiko memperparah edema paru. Semua kasus WAJIB dirujuk ke RS dengan fasilitas kardiologi.
Dosis uterotonika & obat darurat obstetri
Obat Indikasi utama Dosis & rute Dosis ulangan Kontraindikasi Catatan penting
OksitosinAtonia uteri (lini pertama)10 Unit Internasional (IU) intramuskular (IM) atau 20–40 Unit Internasional (IU) dalam 500 ml Natrium Klorida 0,9% (NS) drip intravena (IV)Maksimal 3 Unit Internasional (IU) bolus intravena (IV) (lambat)Hindari bolus cepat intravena (IV) karena berisiko hipotensiSimpan <25°C, tidak boleh beku
MisoprostolAtonia — bila oksitosin tidak ada800–1000 mcg sublingual atau rektalTidak diulangStabil suhu ruang, murah
ErgometrinAtonia persisten (lini kedua)0,2 mg intramuskular (IM) (atau intravena / IV lambat)0,2 mg tiap 15 mnt, maks 0,4 mgHipertensi, Preeklamsia, Penyakit Jantung Koroner (PJK)Simpan di kulkas 2–8°C
Asam Traneksamat Hemoragik Postpartum (HPP) — antifibrinolitik1 g intravena (IV) dalam 10 menit1 g lagi jika perdarahan berlanjut >30 mntTrombosis aktifWajib dalam 3 jam onset Hemoragik Postpartum (HPP) — WOMAN Trial
Epinefrin 1:1000Anafilaksis (LINI PERTAMA)0,3–0,5 mg intramuskular (IM) paha lateralTiap 5–15 mnt, maks 3×Tidak ada Kontraindikasi (KI) absolut dalam anafilaksisPenyuntikan intramuskular (IM) pada paha memiliki absorpsi lebih cepat dibanding lengan
Ampisilin + Gentamisin + MetroSepsis obstetriAmpisilin 2 g intravena tiap 6 jam + Gentamisin 5 mg/kgBB/hari + Metronidazol 500 mg intravena tiap 8 jamSesuai hasil kultur darahAlergi penisilin (ganti Sefalosporin)Berikan dalam 1 jam dari diagnosis sepsis
FurosemidEdema paru — syok kardiogenik40 mg intravena (IV) bolus lambat20–40 mg tiap 2 jam jika respons kurangHipovolemia, dehidrasi berat, anuriaMonitor urin output ketat. Jangan berikan pada syok hipovolemik
Perhatian dosis khusus kehamilan: Ergometrin KONTRAINDIKASI pada hipertensi/preeklamsia. Oksitosin bolus intravena (IV) cepat menyebabkan hipotensi berat. Asam Traneksamat (TXA) wajib diberikan dalam 3 jam dari onset Hemoragik Postpartum (HPP) (WOMAN Trial, Lancet 2017, n=20.060, uji klinis acak terkontrol).
OB-SHOCK Response Card
Kartu Respons Cepat Syok Obstetri · Berbasis Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS) · FKTP dan Rumah Sakit (RS)
Hitung MEOWS dulu → Identifikasi jenis syok (HPP · Septik · Anafilaktik · AFE · Kardiogenik) → Tindakan sesuai kolom → Evaluasi tiap 15 menit → Rujuk jika tidak respons
1 · Skor MEOWS (skor tiap parameter 0–3, jumlahkan)
Parameter
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Skor 3
Napas (/mnt)
9–14
15–20
21–29
<9 / ≥30
TD sistolik
100–139
90–99/140–149
80–89/150–159
<80/≥160
Nadi (/mnt)
51–99
40–50/100–119
31–39/120–139
≤30/≥140
Suhu (°C)
36–37,4
35–35,9 / 37,5
34–34,9 / 38
<34/≥39
Saturasi oksigen perifer / Saturasi oksigen perifer / SpO₂ (%)
≥95
91–94
86–90
≤85
Kesadaran
Alert
Voice
Pain
Unresponsive
0–2
Normal
3–4
Waspada
5–6
Panggil dokter
≥7
Respons darurat
2 · Algoritma 4 jenis syok obstetri
Hemoragik (HPP)
Uterus lunak/atonia
Masase fundus uteri
Oksitosin 10 Unit Internasional (IU) intramuskular (IM)
Kompresi bimanual
Asam Traneksamat (TXA) 1g intravena (IV) <3 jam
IV 2 jalur, Trendelenburg
4T: Tone·Tissue·Trauma·Thrombin
Septik
Demam + curiga infeksi
Kultur darah dulu
Antibiotik intravena (IV) <1 jam
Ampisilin + Gentamisin + Metronidazol
Cairan 30ml/kgBB/3jam
Monitor urin output
qSOFA (quick Sequential Organ Failure Assessment) ≥2 = waspadai sepsis
Anafilaktik
Pasca paparan obat/darah
Hentikan paparan!
Epinefrin 0,3mg IM
Posisi miring kiri!
oksigen (O₂) masker 8–10 L/mnt
Difenhidramin IV
Epinefrin = lini PERTAMA
AFE
Kolaps mendadak + Koagulasi Intravaskular Diseminata (DIC)
PANGGIL BANTUAN!
Resusitasi Jantung Paru (CPR) jika henti jantung
oksigen (O₂) aliran tinggi
IV 2 jalur besar
RUJUK CITO — tidak ada antidot
Pertahankan hidup saat rujukan
Kardiogenik
Sesak, ortopnea, ronki
Semi-Fowler 30–45°
JANGAN Trendelenburg!
oksigen (O₂) masker 10 L/mnt
Furosemid 40 mg intravena (IV)
Elektrokardiogram (EKG) 12 sadapan, simpan
JANGAN bolus cairan agresif
3 · Dosis uterotonika & obat darurat
ObatDosisRuteKontraindikasi
Oksitosin10 IU / 20–40 IU dripIM / IVHindari bolus intravena (IV) cepat
Misoprostol800–1000 mcgSL/rektal
Ergometrin0,2 mg (maks 0,4 mg)IMHipertensi / Preeklamsia Berat (PEB)
Asam Traneksamat 1 g intravena (IV) 10 mnt (<3 jam onset)IVTrombosis aktif
Epinefrin0,3–0,5 mg (ulangi 5–15 mnt)intramuskular (IM) pahaKI absolut: tidak ada
Furosemid40 mg intravena (IV) bolus lambatIVHipovolemia, anuria
4 · Kriteria rujuk & tanda perbaikan
Segera rujuk jika:
MEOWS ≥7 atau tidak membaik setelah 2 siklus terapi
HPP tidak terkontrol setelah 2 uterotonika
AFE — semua kasus
Penurunan kesadaran progresif
TD sistolik <80 mmHg persisten
Urin <0,5 ml/kgBB/2 jam
Tanda perbaikan:
TD sistolik ≥90 mmHg stabil
Nadi 60–100×/mnt teratur
Perdarahan berkurang, uterus berkontraksi
Kesadaran membaik, orientasi baik
saturasi oksigen perifer (SpO₂) ≥94%, Capillary Refill Time (Capillary Refill Time (CRT)) <2 detik
Urin output >0,5 ml/kgBB/jam